Strategi Guru dalam Melakukan Asesmen Diagnostik Kognitif dan Non-Kognitif sebagai Dasar Pembelajaran Berdiferensiasi

Penulis

  • Dr. H. Rustiyana, ST., MT., M.Pd., M.A.P. Birokrat Penulis

DOI:

https://doi.org/10.62518/41vk5j84

Kata Kunci:

Asesmen Diagnostik, Kognitif, Non-Kognitif, Pembelajaran Berdiferensiasi, Kurikulum Merdeka, Teaching at the Right Level.

Abstrak

Transformasi pendidikan di Indonesia melalui Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam strategi guru dalam merancang, melaksanakan, dan menindaklanjuti asesmen diagnostik kognitif dan non-kognitif sebagai fondasi utama implementasi pembelajaran berdiferensiasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis dan analisis kualitatif deskriptif terhadap berbagai praktik empiris di jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) yang dipublikasikan antara tahun 2018 hingga 2024. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi guru meliputi tiga tahapan krusial: (1) Tahap Persiapan, yang melibatkan penyusunan instrumen tes berjenjang (soal prasyarat dan materi baru) serta pemetaan kompetensi dasar; (2) Tahap Pelaksanaan, yang mengintegrasikan teknik tes tulis, observasi, dan wawancara untuk menggali aspek kognitif serta kesejahteraan psikososial siswa; dan (3) Tahap Diagnosis dan Tindak Lanjut, di mana data diolah untuk memetakan siswa ke dalam kategori kemampuan (tinggi, sedang, perlu bimbingan) serta mengidentifikasi gaya belajar dominan (visual, auditori, kinestetik). Hasil asesmen ini kemudian dijadikan basis data untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi yang meliputi diferensiasi konten, proses, dan produk, serta penerapan pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) yang terintegrasi dengan model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL). Penelitian menyimpulkan bahwa sinergi antara asesmen diagnostik yang akurat dengan strategi pembelajaran yang adaptif mampu meningkatkan hasil belajar kognitif dan keterlibatan siswa secara signifikan, meskipun masih terdapat tantangan terkait manajemen waktu, kompetensi guru dalam analisis data, dan adaptasi instrumen untuk siswa berkebutuhan khusus.

Unduhan

Diterbitkan

2025-06-12